Skip to content
Sumai JapanBahasa Indonesia

Aturan hidup sehari-hari

Bencana dan Tempat Tinggal: Persiapan Gempa, Topan, Hujan Deras dan Evakuasi di Rumah Sewa Jepang

Perlengkapan darurat: kotak P3K, air minum, radio, senter, dan lainnya
Foto: Roger Brown / Pexels
Diperbarui
4 Oktober 2026
Terakhir diperiksa
4 Oktober 2026

Empat hal yang perlu diketahui dulu

  • Untuk hujan deras dan topan, tingkat siaga (keikai level, 警戒レベル) 1-5 menunjukkan tingkat bahaya. Paling lambat pada tingkat 4, semua orang di tempat berbahaya harus mengungsi. Tingkat 5 berarti bencana sudah terjadi atau sangat dekat, dan tingkat ini tidak selalu diumumkan.
  • Saat gempa, lindungi diri dulu. Berlindung di bawah meja yang kokoh atau di tempat yang tidak ada benda jatuh, sampai guncangan berhenti.
  • Siapkan sejak sekarang: perabot yang diamankan, air dan makanan, serta tempat evakuasi yang sudah dicek.
  • Informasi dalam bahasa asing tersedia lewat aplikasi Safety tips serta materi multibahasa Kantor Kabinet dan Badan Meteorologi. Bahasa Indonesia termasuk.

1. Apa itu tingkat siaga

Ini sistem yang memberi tahu bahaya hujan deras dan sejenisnya dalam 5 tingkat. Tingkat 1-2 dikeluarkan Badan Meteorologi, tingkat 3-5 oleh pemerintah kota/distrik.

Tingkat Nama Yang sebaiknya dilakukan
1 Informasi peringatan dini (sōki chūi jōhō) Tingkatkan kesiapan dan lihat informasi cuaca terbaru
2 Imbauan waspada hujan lebat, tanah longsor, banjir sungai, dan gelombang pasang (chūihō) Cek tempat dan jalur evakuasi di peta bahaya (hazard map)
3 Evakuasi lansia dan orang yang membutuhkan bantuan (kōreisha-tō hinan) Lansia dan orang yang butuh waktu untuk mengungsi segera meninggalkan tempat berbahaya. Yang lain bersiap mengungsi
4 Perintah evakuasi (hinan shiji) Semua orang mengungsi dari tempat berbahaya
5 Amankan diri segera (kinkyū anzen kakuho) Nyawa dalam bahaya. Segera amankan diri di tempat Anda berada
  • Kantor Kabinet menyerukan “pastikan sudah mengungsi paling lambat pada tingkat 4”. Tingkat 5 adalah tahap yang berbeda dari tingkat 1-4 dan karena pemerintah kota belum tentu bisa memastikan keadaan bencana, antara lain, tingkat ini tidak selalu diumumkan. Jangan menunggu tingkat 5.
  • Badan Meteorologi menyarankan Anda menilai sendiri perlunya mengungsi walau perintah evakuasi belum keluar, dengan melihat Kikikuru (peta sebaran bahaya) dan informasi ketinggian air sungai.
  • “Anjuran evakuasi” (hinan kankoku) yang dulu ada sudah dihapus pada 20 Mei 2021 dan digabung menjadi “perintah evakuasi”.
  • Saat topan mendekat, lihat informasi cuaca lebih awal dan cek tempat evakuasi pada tahap tingkat 2.

2. Ketahui tempat evakuasi

  • Tempat evakuasi darurat (shitei kinkyū hinan basho, 指定緊急避難場所): tempat untuk sementara menyelamatkan nyawa dari bencana di saat itu juga.
  • Tempat pengungsian (shitei hinanjo, 指定避難所): tempat tinggal sementara bagi orang yang tidak bisa pulang (sekolah, balai warga, dan sebagainya).
  • Menurut materi Kantor Kabinet, tujuan evakuasi bukan hanya tempat yang ditetapkan pemerintah: bisa juga rumah kerabat atau kenalan yang aman, hotel atau penginapan yang aman, atau tetap di dalam rumah (pengamanan di dalam bangunan) jika di peta bahaya Anda bisa memastikan tiga hal: rumah tidak berada di area yang berisiko roboh, kamar Anda lebih tinggi dari perkiraan kedalaman banjir, dan persediaan air serta makanan cukup. Di area berisiko tanah longsor, prinsipnya adalah mengungsi ke luar.
  • Kantor Perdana Menteri menyarankan mengecek bahaya di daerah Anda, tempat evakuasi, dan jalur evakuasi pada peta bahaya. Cara membaca peta bahaya saat memilih kamar juga dijelaskan di “Prosedur setelah pindah”.
  • Aturan rinci bagi warga asing yang memakai tempat pengungsian: tanyakan di loket kantor kota/distrik.

3. Saat gempa, di dalam kamar

Menurut panduan Penanggulangan Bencana Tokyo, tindakannya sebagai berikut.

  1. Utamakan keselamatan diri. Berlindung di bawah meja yang kokoh atau di tempat yang tidak ada benda jatuh, roboh, atau bergeser, sampai guncangan berhenti.
  2. Setelah guncangan berhenti, matikan kompor dan sumber api lain dengan tenang.
  3. Jangan lari keluar. Genteng, kaca jendela, dan papan reklame bisa jatuh. Di dalam kamar pun, hati-hati pada perabot yang roboh dan pecahan kaca.
  4. Buka jendela atau pintu untuk mengamankan jalur keluar.
  5. Jika ada bahaya kebakaran besar atau tsunami, pergilah ke tempat evakuasi. Di dekat laut, segera naik ke tempat yang tinggi. Jika harus mengungsi, matikan pemutus arus listrik (breaker) dan tutup keran utama gas sebelum pergi.

4. Mengamankan perabot: yang bisa dilakukan di rumah sewa

  • Kantor Perdana Menteri menyarankan berpikir bahwa “perabot pasti roboh” lalu memasangnya ke dinding.
  • Untuk cara tanpa sekrup, Penanggulangan Bencana Tokyo menjelaskan alat tipe tiang (tsupparibō) yang dipasang antara perabot dan langit-langit, yang lebih efektif jika digabung dengan penahan (stopper) atau alas perekat.
  • Jangan menaruh perabot di pintu masuk kamar atau lorong, supaya jalur keluar tidak tertutup saat perabot roboh.
  • Kantor Perdana Menteri menyarankan kamar tidur sebisa mungkin tanpa perabot; jika ada, pilih yang rendah. Taruh senter, sandal, dan peluit dalam jangkauan tangan.
  • Jika ingin memasang ke dinding dengan sekrup, tanyakan dulu kepada pemilik atau perusahaan pengelola. Aturan juga dijelaskan di “Aturan hidup di rumah sewa”.

5. Persiapan: air, makanan, tas darurat

Menurut Kantor Perdana Menteri, hal berikut penting.

  • Air: patokannya 3 liter per orang per hari, untuk 3 hari. Untuk bencana besar, air dan makanan untuk 1 minggu diharapkan.
  • Makanan: yang bisa langsung dimakan, seperti nasi instan (alpha-mai), makanan kaleng, dan biskuit kering, untuk 3 hari.
  • Tas darurat (hijōyō mochidashi bukuro): siapkan dalam ransel agar bisa langsung dibawa.
  • Menghubungi keluarga dan teman: cek lebih dulu cara memakai Dial Pesan Bencana 171 (merekam dan memutar pesan lewat telepon) dan papan pesan bencana di ponsel/internet. Anda bisa mencoba cara pakainya pada masa uji coba, misalnya setiap tanggal 1 dan 15. Tentukan juga tempat berkumpul.

6. Asuransi kebakaran dan asuransi gempa

  • Pada rumah sewa, umumnya pemilik mengasuransikan bangunan, dan penghuni mengasuransikan isi rumahnya (kazai, 家財) sendiri (penjelasan swasta).
  • Asuransi gempa dibeli sebagai paket dengan asuransi kebakaran. Tidak bisa berdiri sendiri. Pada prinsipnya otomatis disertakan pada asuransi kebakaran, tetapi bisa dilepas. Sasarannya bangunan hunian dan isi rumah (Japan Earthquake Reinsurance).
  • Kebakaran akibat gempa tidak dijamin asuransi kebakaran biasa. Untuk menghadapi kerusakan akibat gempa, perlu asuransi gempa. Nilai pertanggungannya 30-50% dari asuransi kebakaran, dengan batas 10 juta yen untuk isi rumah (halaman yang sama).
  • Saat kontrak, periksa apakah asuransi kebakaran Anda sudah menyertakan asuransi gempa. Tentang asuransi dalam biaya awal, lihat “Biaya awal sewa dan alur kontrak”.

7. Melihat informasi dalam bahasa asing

  • Safety tips: aplikasi gratis yang diawasi Badan Pariwisata. Mengirim notifikasi peringatan dini gempa, peringatan tsunami, peringatan cuaca khusus, berita erupsi, dan informasi evakuasi. Tersedia dalam 15 bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Aplikasi ini diperkenalkan untuk wisatawan.
  • Kantor Kabinet: menyediakan materi penjelasan informasi bencana dalam 15 bahasa, termasuk bahasa Indonesia.
  • Situs Badan Meteorologi juga menyediakan informasi cuaca, gempa, tsunami, dan gunung berapi dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia.

8. Keadaan darurat: nomor 119

  • Kebakaran dan ambulans: 119. Pertama Anda akan ditanya “Kaji desu ka, kyukyu desu ka?” (kebakaran atau darurat medis?). Jawab “Kaji desu” (kebakaran) atau “Kyukyu desu” (darurat medis).
  • Lalu sebutkan nama dan alamat, patokan terdekat, nomor telepon yang Anda pakai, dan jika kebakaran, apa yang terbakar (Badan Penanggulangan Kebakaran).
  • Untuk 119 ada sistem interpretasi lewat pusat juru bahasa telepon, 24 jam 365 hari, dalam bahasa-bahasa utama, yang sudah diterapkan sebagian besar markas pemadam kebakaran di Jepang (Badan Penanggulangan Kebakaran). Bahasa yang didukung berbeda tiap daerah. Contohnya, Dinas Pemadam Kebakaran Tokyo melayani bahasa Inggris, Mandarin, Korea, Portugis, dan Spanyol (halaman Distrik Shibuya). Jika bahasa Jepang sulit, tetap katakan dulu “Kaji desu” atau “Kyukyu desu”, lalu sebutkan alamat. Setelah melapor, jangan matikan ponsel selama sekitar 10 menit, karena petugas pemadam kebakaran bisa menelepon balik untuk memastikan (halaman Distrik Shibuya).

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa yang harus dilakukan jika tingkat siaga 4 diumumkan?

Semua orang di tempat berbahaya mengungsi. Tingkat 5 tidak selalu diumumkan, dan jika diumumkan berarti nyawa sudah dalam bahaya. Bergeraklah paling lambat pada tingkat 4.

Haruskah saya langsung keluar saat gempa?

Jangan lari keluar. Pertama, berlindung di bawah meja yang kokoh atau di tempat yang tidak ada benda jatuh, sampai guncangan berhenti. Setelah berhenti, matikan kompor dan sumber api lain, lalu amankan jalur keluar.

Bagaimana mengamankan perabot jika tidak boleh memakai sekrup di rumah sewa?

Ada alat tipe tiang (tsupparibō) yang digabung dengan penahan atau alas perekat. Jika ingin memakai sekrup, tanyakan dulu kepada pemilik atau pengelola.

Bisakah penyewa mengambil asuransi gempa?

Asuransi gempa dibeli sebagai paket dengan asuransi kebakaran dan bisa mencakup isi rumah. Tidak bisa berdiri sendiri. Tanyakan syarat dan biayanya kepada perusahaan asuransi atau agen properti.

Catatan penting

Artikel ini berisi informasi umum. Ikuti pengumuman terbaru dari kantor kota/distrik, Badan Meteorologi, dan lembaga lain mengenai perintah evakuasi dan tingkat siaga. Jika nyawa terancam, utamakan arahan di lokasi daripada artikel ini.

🔎 Perlu dikonfirmasi

Poin berikut dalam artikel ini belum dapat kami pastikan. Harap selalu konfirmasikan kepada instansi resmi atau ahli.

  • Apakah bahasa Indonesia tercakup dalam interpretasi tiga pihak pada panggilan 119 (halaman Badan Penanggulangan Kebakaran hanya menulis 'bahasa utama'; contoh Tokyo: Inggris, Mandarin, Korea, Portugis, Spanyol. Berbeda tiap daerah)
  • Cara menelepon 110 (polisi) dan dukungan bahasa asing (sumber resmi primer belum kami baca, sehingga artikel ini tidak menjelaskannya)
  • Syarat memasang perabot ke dinding dengan sekrup di rumah sewa (berbeda tiap kontrak dan gedung; sumber resmi tidak ditemukan)
  • Aturan penggunaan tempat pengungsian oleh warga asing (belum ada penjelasan resmi yang kami baca bahwa tempat itu terbuka tanpa memandang kewarganegaraan atau status tinggal. Tanyakan ke kantor kota/distrik)
  • Syarat dan biaya menambah asuransi gempa pada asuransi isi rumah sewa (hanya halaman perusahaan dan artikel swasta; penjelasan resmi untuk penyewa belum dibaca)
  • Cara menghubungi pemilik/perusahaan pengelola saat bencana dan siapa menanggung biaya kerusakan gedung (sumber resmi belum dibaca; lihat kontrak dan panduan pengelola)
  • Apakah artikel yang ditautkan (prosedur pindah, aturan hidup di rumah sewa, biaya awal sewa) sudah terbit

Sumber

  1. 避難情報に関するガイドライン (Pedoman informasi evakuasi: tingkat siaga dan tempat evakuasi)
    Kantor Kabinet Jepang, bidang penanggulangan bencana (内閣府) · Diakses: 4 Oktober 2026
    Dirujuk nama tingkat siaga 1-5 (tingkat 3: lansia dan sejenisnya mengungsi; tingkat 4: perintah evakuasi; tingkat 5: pengamanan darurat) dan pernyataan bahwa tingkat 5 adalah tahap dengan bahaya nyawa sangat tinggi yang berbeda dari tingkat 1-4.
  2. 新たな避難情報に関するポスター・チラシ (Poster dan selebaran informasi evakuasi baru)
    Kantor Kabinet Jepang, bidang penanggulangan bencana (内閣府) · Diakses: 4 Oktober 2026
    Dirujuk 'Pastikan mengungsi sebelum/pada tingkat 4!', 'tingkat 5 bukan informasi yang pasti dikeluarkan', penghapusan hinan kankoku pada 20 Mei 2021, dan empat pilihan tempat evakuasi (tempat evakuasi yang ditetapkan, rumah kerabat/kenalan yang aman, hotel/penginapan yang aman, pengamanan di dalam bangunan).
  3. 警戒レベルについて (Tentang tingkat siaga)
    Badan Meteorologi Jepang (気象庁) · Diakses: 4 Oktober 2026
    Dirujuk bahwa tingkat 1 (informasi peringatan dini) dan tingkat 2 (chūihō) dikeluarkan Badan Meteorologi, tingkat 3-5 oleh pemerintah kota; tindakan tiap tingkat (tingkat 2: cek tempat dan jalur evakuasi di peta bahaya; tingkat 4: mengungsi dari tempat berbahaya); dan anjuran menilai sendiri evakuasi dengan Kikikuru dan info ketinggian air sungai walau perintah evakuasi belum keluar.
  4. 外国人への災害情報の発信について (Penyampaian informasi bencana kepada warga asing; materi 15 bahasa)
    Kantor Kabinet Jepang, bidang penanggulangan bencana (内閣府) · Diakses: 4 Oktober 2026
    Dirujuk bahwa materi penjelasan tersedia dalam 15 bahasa termasuk bahasa Jepang dan bahasa Indonesia (Penyebarluasan Informasi Bencana untuk Warga Asing).
  5. 多言語情報 (Informasi multibahasa tentang pengurangan risiko bencana)
    Badan Meteorologi Jepang (気象庁) · Diakses: 4 Oktober 2026
    Dirujuk bahwa informasi cuaca, gempa, tsunami, dan gunung berapi tersedia dalam banyak bahasa termasuk bahasa Indonesia.
  6. 訪日外国人旅行者用災害時に役立つツール (Alat bantu bencana untuk wisatawan asing)
    Badan Pariwisata Jepang (観光庁) · Diakses: 4 Oktober 2026
    Dirujuk bahwa Safety tips mengirim notifikasi peringatan dini gempa, peringatan tsunami, dan peringatan cuaca khusus, dalam 15 bahasa, dan diawasi Badan Pariwisata. Halaman ini ditujukan untuk wisatawan.
  7. 外国人向け災害時情報提供アプリ「Safety tips」 (Aplikasi Safety tips; halaman pemerintah kota)
    Pemerintah Kota Tochigi (栃木市) · Diakses: 4 Oktober 2026
    Dirujuk daftar bahasa (Inggris, Mandarin sederhana dan tradisional, Korea, Jepang, Spanyol, Portugis, Vietnam, Thai, Indonesia, Tagalog, Nepal, Khmer, Burma, Mongolia), jenis notifikasi (peringatan dini gempa, tsunami, cuaca khusus, erupsi, cuaca panas ekstrem, perlindungan sipil, informasi evakuasi), dan bahwa aplikasi gratis. Halaman perkenalan dari pemerintah daerah, diperbarui Mei 2021 sehingga istilah informasi evakuasinya masih istilah saat itu.
  8. 災害が起きる前にできること (Yang bisa dilakukan sebelum bencana)
    Kantor Perdana Menteri Jepang (首相官邸) · Diakses: 4 Oktober 2026
    Dirujuk anggapan 'perabot pasti roboh' dan pemasangan ke dinding, saran agar kamar tidur sebisa mungkin tanpa perabot (jika ada, pilih yang rendah), senter/sandal/peluit dalam jangkauan, air 3 liter per orang per hari untuk 3 hari (1 minggu diharapkan untuk bencana besar), tas darurat, Dial Pesan Bencana 171 dan papan pesan ponsel, cek tempat serta jalur evakuasi di peta bahaya, dan menyepakati tempat berkumpul keluarga.
  9. 自宅での家具類の転倒・落下・移動防止対策 (Mencegah perabot roboh, jatuh, dan bergeser di rumah)
    Situs Penanggulangan Bencana Pemerintah Metropolitan Tokyo (東京都防災) · Diakses: 4 Oktober 2026
    Dirujuk bahwa alat tipe tiang (tsupparibō) dipasang tanpa sekrup di celah antara perabot dan langit-langit dan lebih efektif jika digabung dengan penahan (stopper) atau alas perekat, serta saran tidak menaruh perabot di pintu masuk kamar dan lorong.
  10. 地震発生時の行動から生活再建までのポイント (Tindakan saat gempa hingga pemulihan hidup)
    Situs Penanggulangan Bencana Pemerintah Metropolitan Tokyo (東京都防災) · Diakses: 4 Oktober 2026
    Dirujuk: keselamatan diri didahulukan; berlindung di bawah meja yang kokoh atau di ruang yang bebas dari benda jatuh, roboh, atau bergeser sampai guncangan berhenti; mengurus api setelah guncangan berhenti; tidak lari keluar; mengamankan jalur keluar; mengungsi bila ada bahaya kebakaran besar atau tsunami; di pesisir segera ke tempat tinggi.
  11. 地震保険のしくみ (Sistem asuransi gempa)
    Japan Earthquake Reinsurance (日本地震再保険株式会社; perusahaan swasta) · Diakses: 4 Oktober 2026
    Dirujuk bahwa asuransi gempa mencakup bangunan hunian dan isi rumah (kazai), pada prinsipnya otomatis disertakan pada asuransi kebakaran dan tidak bisa berdiri sendiri, kebakaran akibat gempa tidak dijamin asuransi kebakaran, dan nilai pertanggungan 30-50% dari asuransi kebakaran dengan batas 10 juta yen untuk isi rumah. Halaman perusahaan swasta.
  12. 賃貸物件で地震保険は必要? (Perlukah asuransi gempa untuk rumah sewa?)
    SUUMO (situs informasi swasta) · Diakses: 4 Oktober 2026
    Dirujuk bahwa pada rumah sewa asuransi bangunan diambil pemilik, asuransi gempa penghuni hanya mencakup isi rumah, dan asuransi gempa sering sudah otomatis disertakan pada asuransi kebakaran tetapi tidak wajib dan bisa dilepas. Bukan lembaga publik, melainkan artikel swasta.
  13. 119番の正しいかけ方 (Cara menelepon 119)
    Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana (総務省消防庁) · Diakses: 4 Oktober 2026
    Dirujuk bahwa pada 119 pertama-tama ditanya 'Kaji desu ka, kyukyu desu ka' (kebakaran atau darurat medis), lalu nama dan alamat, patokan terdekat, nomor telepon yang dipakai, dan apa yang terbakar.
  14. 電話通訳センターを介した三者間同時通訳 (Interpretasi tiga pihak lewat pusat juru bahasa telepon)
    Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana (総務省消防庁) · Diakses: 4 Oktober 2026
    Dirujuk adanya sistem interpretasi lewat pusat juru bahasa telepon, 24 jam 365 hari, dalam 'bahasa utama', yang per 1 Januari 2025 sudah diterapkan 673 dari 720 markas pemadam kebakaran. Daftar bahasa tidak ditulis.
  15. 火災・救急・救助はダイヤル119 (Kebakaran, ambulans, penyelamatan: 119)
    Pemerintah Distrik Shibuya (渋谷区) · Diakses: 4 Oktober 2026
    Dirujuk bahwa Dinas Pemadam Kebakaran Tokyo melayani panggilan dalam bahasa Inggris, Mandarin, Korea, Portugis, dan Spanyol 24 jam, dan anjuran mengucapkan 'Kaji desu' (kebakaran) atau 'Kyukyu desu' (darurat medis). Contoh untuk Tokyo.

Ingin bertanya tentang properti di Jepang?

Kami menerima pertanyaan umum. Kami tidak menawarkan atau merekomendasikan properti tertentu.

Hubungi kami